Menjadi seorang freelancer bukan hanya tentang menerima proyek dan menyelesaikannya. Bagi saya, setiap proyek adalah kesempatan untuk membangun kepercayaan, memahami kebutuhan klien, dan menerjemahkan ide mereka ke dalam bentuk digital yang nyata.

Proyek freelance pertama saya adalah membuat profil website untuk SMP Negeri 21 Sarolangun. Dari pengalaman itu saya belajar bahwa komunikasi adalah kunci utama. Klien sering kali tidak tahu bagaimana menjelaskan keinginan mereka dalam bahasa teknis — dan di situlah peran saya sebagai penghubung antara ide dan implementasi.
Sebagai freelancer, saya harus mengatur semuanya sendiri: mulai dari manajemen waktu, komunikasi, hingga memastikan hasil akhir berkualitas. Tidak ada atasan yang mengingatkan, tidak ada tim QA yang memeriksa. Semua tanggung jawab berada di tangan saya.

Setiap kesalahan menjadi pelajaran, dan setiap keberhasilan menjadi pijakan untuk proyek berikutnya. Melalui perjalanan ini, saya belajar disiplin dan memahami pentingnya *ownership* dalam setiap pekerjaan yang saya ambil.
Saya tidak hanya membuat website yang berfungsi, tapi juga yang memiliki karakter. Bagi saya, desain adalah bahasa visual yang bisa membuat pengguna betah. Karena itu, setiap proyek freelance saya selalu berusaha memadukan antara teknologi dan estetika.

Perpaduan kemampuan dalam web development dan UI/UX design membuat saya lebih percaya diri untuk membantu klien bukan hanya membangun sistem, tapi juga pengalaman digital yang nyaman digunakan.